Tampilkan postingan dengan label FASILITAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FASILITAS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Agustus 2020

New Normal, Madrasah Tangguh

Dalam rangka menyongsong New Normal, Pengawas Pembina Kemenag Kota Surabaya melakukan monev di MTs Sunan Kalijogo Sukomanunggal Surabaya, Kamis (25/6/2020) pagi.

Pada kesempatan itu, Pengawas Pembina, Wahyu, M.Pd.I menyampaikan apresianya kepada seluruh dewan guru MTs. Sunan Kalijogo, yang mana telah siap sebagai madrasah tangguh dalam rangka menyongsong New Normal.

"Saya mengapresiasi pembentukan madrasah tangguh ini. Diharapkan dengan adannya madrasah tangguh ini bisa tangguh dalam bidang fisik, tangguh dibidang mental serta tangguh di dalam bidang pendidikan," terang Pengawas Pembina.

Lebih lanjut Pengawas menyampaikan, selama masa Pandemi Covid-19 ini proses belajar mengajar dilakukan dengan cara daring atau online, yang mana dilihat hasil maksimal dari belajar daring hanya 40 persen, lalu bagaimana dengan generasi bangsa ini.

"Oleh karena itu, pembentukan madrasah tanggh ini sangat luar biasa. Maka kita harus mengambil jalan Tawasuth yakni jangan terlalu berani dan jangan terlalu takut," tandas Pengawas Pembina tersebut.

Sementara itu, Kepala Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijogo, Achmad Choirul, S.Pd.I menyampaikan selama ini proses belajar mengajar di MTs. Sunan Kalijogo dilakukan secara daring. Sehingga para guru sangat rindu untuk melakukan proses pendidikan dengan New Normal.

"Kami telah persiapkan segala sesuatunya, mulai melakukan penyemprotan, memasang poster/banner himbauan untuk mematuhi protokol kesehatan, kemudian guru wajib membawa Handsanitizer, menyediakan tempat cuci tangan, serta memantau anak-anak sampai ke madrasah," jelas Kepala Madrasah tersebut.

Dia menegaskan, jika apa yang dilakukan oleh madrasah ini adalah dalam rangka mendukung upaya Pemerintah Kota Surabaya menanggulangi penyebaran Covid-19 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, sehingga pendidikan bisa diterima dengan maksimal.

Sekadar diketahui, hadir dalam kegiatan monev madrasah tangguh itu, seluruh dewan guru, komite madrasah, serta pengurus Yayasan.

Kamis, 17 Agustus 2017

Kemenag Rangkul Laboran untuk Penguatan Mutu Madrasah

Solo (Pendis) - Berbagai upaya terus dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama dalam meningkatkan peguatan mutu madrasah. Melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Ditjen Pendis merangkul tenaga laboran di madrasah. Direktur GTK Madrasah, Suyitno mengatakan bahwa jangan sampai para laboran berfikir bahwa mereka tidak penting dalam sistem pendidikan.
Hal ini disampaikan Suyitno beberapa hari lalu saat memberikan arahan dan motivasi kepada peserta Workshop Peningkatan Kompetensi laboran Madrasah di Solo (27/07). "laboran harus merasa bahwa mereka penting, karena jika tidak ada laboran maka kegiatan belajar dan mengajar tidak akan berjalan dengan sempurna," ungkapnya.
Dikatakan Suyitno, bahwa untuk membangun kualitas pendidikan madrasah yang unggul haruslah memiliki kualitas pendidik dan tenaga kependidikan yang baik, dan laboran merupakan bagian dari tenaga kependidikan, karena hal ini tertuang dalam PP No 17 Tahun 2010 j.o. 66 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan.
Menurut Guru Besar UIN Palembang, salah satu upaya dalam memberikan perhatian dan merangkul tenaga laboran adalah dengan memberikan pelatihan serta Workshop Peningkatan Kompetensi laboran Madrasah. "Kegiatan workshop ini menjadi bukti bahwa Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan peduli dan sadar akan pentingnya peran laboran dalam meningkatkan mutu madrasah," sambungnya. Dalam sebuah sistem tidak ada sub-sistem yang tidak penting, meskipun itu adalah hal yang kecil, semua sub-sistem itu penting dan laboran merupakan sub-sistem yang penting untuk meningkatkan mutu Madrasah.
Direktur GTK menegaskan, keterbatasan tenaga dan sarana, tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan praktikum mata pelajaran (mapel) yang menuntut keharusan praktikum. "Kepala Madrasah harus kreatif dan responsif membangun kemitraan dg lembaga pendidikan lain untuk dapat terealisainya praktikum," tutur Suyitno. Acara tersebut dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri Kepala Madrasah, Guru dan juga laboran dari beberapa daerah. (maryani/dod)

PKKM 4 TAHUNAN MTs SUNAN KALIJOGO SURABAYA

Surabaya - Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) merupakan kegiatan proses pengumpulan, analisis, dan interprestasi data tentang kualitas...